Postingan

Fenomena ‘Healing’, Pelarian Generasi Lelah dari Toksisitas Produktivitas

Hamparan sawah terasering di Ubud yang diselimuti kabut pagi. Secangkir kopi artisan di sebuah kafe minimalis dengan jendela menghadap danau Kintamani. Deru ombak tenang di pantai Sumba yang sepi. Potongan-potongan visual ini, yang diabadikan dengan estetika ciamik, membanjiri lini masa media sosial kita dengan satu kata kunci yang sama: healing . Sebuah kata dari bahasa Inggris yang secara harfiah berarti penyembuhan, namun telah mengalami perluasan makna menjadi semacam ritual sakral bagi generasi kiwari. Fenomena healing bukan lagi sekadar tren, ia telah menjelma menjadi respons kultural, sebuah penanda zaman. Namun, jika kita berhenti sejenak dari hiruk pikuk mengagumi keindahan visualnya, sebuah pertanyaan mendasar layak diajukan: luka apa yang sebenarnya sedang berusaha disembuhkan oleh satu generasi secara kolektif? Jawabannya, barangkali, tidak terletak pada kurangnya destinasi liburan, melainkan pada kelelahan akut yang lahir dari sebuah altar suci bernama produktivitas. He...